Selasa, 13 Oktober 2015

Makhluk Mitos Dari Kepulauan Inggris

Gwyllgi
Mitologi Wales

Gambar Pertama Beberapa Makhluk Mitos Menarik Dari Kepulauan Inggris Oleh Unik Segiempat
Makhluk ini adalah anjing setan hitam yang mengerikan, dengan gelar anjing kegelapan. Hewan ini akan menakut-nakuti para pengembara yang melewati jalan-jalan gelap. Penampakan anjing ini sendiri dianggap sebagai pertanda buruk.

Dearg-Due
Mitologi Irlandia

Gambar Kedua Beberapa Makhluk Mitos Menarik Dari Kepulauan Inggris Oleh Unik Segiempat
Para Vampir kurang dianggap sekarang ini, di abad ke-21 ini, tetapi untungnya, ada banyak sekali negara yang memiliki vampir dengan versi mereka sendiri, dan salah satunya adalah Irlandia. Negara ini memiliki cerita vampir mengerikan yang juga menarik, dimana vampir dari negara ini bernama Dearg-Due. Legenda mengatakan bahwa Dearg-Due dulunya adalah wanita cantik yang membunuh dirinya karena tidak ingin menikahi pria pilihan orang tuanya, setelah jatuh cinta dengan seorang pemuda petani. Setelah dikuburkan, dia bangkit kembali dan membunuh seluruh keluarganya. Yah, paling tidak vampir yang satu ini tidak berkilau saat terkena sinar matahari.

Church Grim
Mitologi Inggris

Gambar Ketiga Beberapa Makhluk Mitos Menarik Dari Kepulauan Inggris Oleh Unik Segiempat
Makhluk ini juga ada pada cerita rakyat Skandinavia. Church grim dikatakan adalah arwah kuno yang, seperti dengan namanya, adalah makhluk penjaga gereja. Makhluk ini memiliki bisa mengambil berbagai macam bentuk. Beberapa legenda mengatakan bahwa makhluk ini berbentuk seperti babi, anjing, atau manusia kerdil yang dengan rahasia menyapu seluruh ruangan gereja dan juga membunyikan lonceng gereja. Mungkin disuatu waktu, para pendeta pastinya akan merasa heran, mengapa gereja mereka sangat bersih setiap paginya.

Nuckelavee
Mitologi Skotlandia

Gambar Keempat Beberapa Makhluk Mitos Menarik Dari Kepulauan Inggris Oleh Unik Segiempat
Dianggap sebagai monster paling buruk dalam mitologi Skotlandia, Nuckelavee adalah centaur versi Skotlandia yang cukup sinting. Tujuan hidup makhluk ini sendiri sederhana saja, yaitu menyakiti orang-orang yang hidup di Orkney Islands. Makhluk ini berbentuk tubuh atas seorang pria yang dijahit ke semacam tubuh kuda yang membusuk. Makhluk ini dikatakan menjadi penyebab kutukan, penyakit, bencana, dan berbagai macam kesialan lainnya, begitu banyaknya kesialan yang diakibatkan oleh makhluk ini hanya karena sifatnya yang jahat. Dan sepertinya, makhluk inilah yang paling mengerikan dan paling terburuk dari semua makhluk yang ada pada artikel ini.

Sumber : http://segiempat.com/aneh-unik/mistis/beberapa-makhluk-mitos-menarik-dari-kepulauan-inggris/

Pertempuran 15000 Pasukan Inggris VS Perancis-Belanda Th 1811 di Cilincing



https://belogngeblog.files.wordpress.com/2012/08/lord_minto.jpgKebangkitan Napoleon Bonaparte di Perancis membawa dunia pada perang besar antara Perancis melawan Inggris. Walaupun pertempuran langsung pasukan Grandee Armee-nya Napoleon Bonaparte melawan kerajaan Inggris, Prusia dan Rusia terjadi di benua Eropa (sehingga perangnya dinamakan Perang Continental), tapi perang besar ini juga melibatkan koloni masing-masing negara. Pertempuran besar yang dicatat sejarah adalah pertempuran di Austerlitz, di laut Trafalgar Spanyol dan pertempuran besar di delta Sungai Nil Mesir. Sedangkan pertempuran terbesar di luar Eropa akhirnya terjadi di Jawa, tepatnya di Batavia melibatkan 15.000 pasukan Inggris melawan 12.000 serdadu gabungan Belanda, Perancis dan Jawa. Inilah pertempuran besar yang sering dilupakan oleh orang-orang Indonesia, padahal sudah tercatat dalam sejarah versi Perancis (L’ile de Java Sous la Domination Francaise karya Octave JA Collet yang diterbitkan di Brussel, Belgia, tahun 1910) maupun versi Inggris (salah satunya memoar Mayor William Thorn dengan judul The Conquest of Java, diterbitkan di London 1815)
Sejak tahun 1807, Lord Minto memang sudah merencanakan untuk menyerbu dan mengambilalih Jawa dan Nusantara dari kekuasaan Belanda-Perancis. Inilah yang sudah diantisipasi oleh Daendels dengan menambah jumlah pasukan sampai 10.000 prajurit dan membangun benteng Meester Cornelis di Jatinegara lengkap dengan saluran air sedalam 3 meter dan selebar 4 meter yang membentang di belakang Jalan Matraman sepanjang Jalan Palmeriam (Jakarta Pusat, sekarang) lalu ke arah selatan dekat Jalan Kemuning dekat Stasiun Jatinegara dan Jatinegara Timur. Konon karena dulunya dipenuhi aneka macam meriam, makanya lokasi tersebut dinamai Palmeriam,. Daendels juga mendirikan pabrik senjata di Semarang dan Surabaya serta memperbaiki Jalan Raya Pos Anyer – Panarukan untuk mempercepat mobilitas pasukannya. Sayang persiapan Daendels yang begitu baik ini tidak dilanjutkan oleh penerus Daendels, Gubernur Jenderal Janseens sehingga pertempuran besar ini akan berakhir memalukan.
Armada Inggris berangkat dari Calcutta dan Madras di pantai timur India menuju Penang. Sebelumnya mereka sempat transit di Pulau Bangka. Konon, oleh Inggris pulau ini dinamakan St York Island dan ibu kotanya dinamakan Minto untuk menghormati Lord Minto. Dari kata Minto ini kemudian berkembang menjadi kota Muntok, seperti yang kita kenal sekarang ini. Dari Penang, armada Inggris ini kemudian berlabuh di lepas pantai Sunda Kelapa. Mayor William Thorn dari Angkatan Darat Inggris melaporkan dalam memoarnya (berjudul Conquest of Java) bahwa armada Inggris terdiri dari 4 kapal perang battleship, 14 fregat, 7 sloop, 8 penjelajah (cruiser) serta 57 kapal transpor pengangkut pasukan. Inilah armada invasi Inggris terbesar sebelum Perang Dunia ke 2.
Sebelum mendaratkan marinirnya Lord Minto mengirimkan utusan yang meminta Belanda-Perancis menyerah tanpa syarat. Janssens menolak permintaan ini. Tapi sayangnya, Janssens beserta Jenderal Jean Marie Jumel (komandan tempur yang dibantu 150 Perwira Perancis dan ribuan prajurit) tidak melakukan tindakan apapun untuk menghalau Inggris dari pantai Batavia. Alih-alih menyerang armada Inggris dengan tembakan meriam pertahanan pantai, pasukan Perancis – Belanda malah membakar gudang logistik milik pemerintah dan merusak beberapa sarana umum seperti jembatan. Tentu saja penduduk lokal memandang tindakan pemerintah ini sebagai tindakan sia-sia. Mereka lalu menjarah dan merampok gudang-gudang yang belum sempat dibakar. Di jalan-jalan saat itu banyak berceceran kopi, teh dan rempah-rempah berikut peti dan karung-karungnya. Sejarah memang berulang, penjarahan ini terjadi lagi pada tahun 1998 yang lalu, suatu kebodohan dan kejahatan massal yang terus berulang kembali.
Tanggal 4 Agustus 1811, pasukan Inggris di bawah komando Letnan Jenderal Samuel Auchmuty akhirnya mendarat di Cilincing. Pendaratan ini sesuai dengan estimasi Daendels dulu bahwa Inggris pasti akan mendarat di Cilincing karena daratannya agak menjorok ke laut dan tiada penghalang di sini.
Tanggal 6 Agustus 1811 Inggris mencoba menyerang langsung Meester Cornelis melalui Serani dan Pulo Gadung, tapi serangan ini dibatalkan karena banyak prajurit Inggris yang pingsan akibat kepanasan bergerak di tengah persawahan.
Tanggal 7 Agustus 1811, serangan akhirnya dialihkan melalui Tanjung Priok langsung ke Ancol melalui jembatan Kali Slokkan (kelak “selokan” adalah istilah untuk saluran air) yang telah dihancurkan Belanda. Pertempuran sengit tidak terjadi karena 2 batalyon Perancis-Belanda yang berada di sana sudah mengundurkan diri.
Tanggal 8 Agustus 1811, Inggris memasuki kota Batavia yang sudah ditinggal kosong oleh pasukan Perancis-Belanda. Alih-alih menemukan perlawanan dari pasukan Janssens dan Jumel, marinir Inggris malah menemukan penduduk yang tengah menjarah gudang-gudang logistik. Karuan saja penjarahan ini sontak berhenti ketika penduduk melihat kedatangan pasukan Inggris itu.
Kemudian pasukan Inggris melalui Molenvliet (sekarang Jalan Gajah Mada) dan Noordwijk (sekarang Jalan Juanda), bergerak menuju asrama tentara di Weltevreden (sekarang Hotel Borobudur) yang ternyata sudah kosong melompong.
Baru tanggal 12 Agustus 1811 pasukan Inggris mendapatkan perlawanan pasukan Perancis – Belanda dan Bugis di Struiswijk (sekarang Jalan Paseban) selama sehari penuh. Gabungan pasukan Perancis – Belanda – Bugis akhirnya mundur ke pertahanan terakhir di Meester Cornelis.
Inilah yang kemudian tampak aneh. Selama 10 hari berikutnya pasukan Perancis – Belanda benar-benar tidak melakukan sesuatu untuk menghadapi musuh. Mereka hanya menjalankan pertahanan pasif dengan sesekali membombardir pertahanan tentara Inggris. Hari-hari pun dijalani secara normal, bukan dalam kondisi siaga tempur. Bahkan malam hari pun mereka tidur seperti biasa, seakan-akan berharap musuh akan begitu baiknya pada mereka sehingga hanya menyerang kalau mereka sudah bangun, mandi dan sarapan dulu.
Demikianlah akhirnya menjelang tengah malam tanggal 25 – 26 Agustus 1811, Auchmuty mengadakan serangan mendadak ke Meester Cornelis, tepatnya ke pertahanan Perancis di dekat Jalan Kayumanis 10. Pasukan Belanda pun kocar-kacir nggak karuan. Pada serangan pertama, benteng di sisi timur Slokkan dapat direbut. Bahkan menjelang matahari terbit pertempuran sudah selesai.
Menyadari garis pertahanan sudah dijebol pihak lawan, beberapa perwira Perancis meledakkan gudang amunisi di dekat Kompleks TNI AD Urip Sumoharjo. Konon, karena itulah di dekat situ ada gang bernama Gang Solitude (kesunyian), karena ketika prajurit Inggris sudah sampai di situ, mereka hanya menemukan kesunyian berupa puing-puing bangunan dan mayat yang berserakan. Kemudian pasukan berkuda Inggris melakukan pengejaran pasukan Perancis – Belanda yang melarikan diri ke arah Buitenzorg (Bogor).
Inilah akhir dari pertempuran Batavia yang sangat memalukan. Pasukan Perancis – Belanda ternyata bertempur sebagai pengecut. 5.000 prajurit berhasil ditawan, termasuk di dalamnya ada 250 perwira. 300 pucuk meriam jatuh ke tangan Inggris lengkap dengan amunisinya.
Gubernur JanssensBagaimana dengan Janssens? Dia berhasil mencapai Bogor lalu melalui jalan darat bergerak ke Semarang. Dia mengumpat-umpat nggak karuan karena pasukan cadangan dari kraton Jawa tidak kunjung datang. Tapi akhirnya dia berhasil menempatkan pasukan cadangannya itu di kaki Gunung Ungaran. Tapi apa yang terjadi? Dengan satu kali tembakan meriam saja pasukan cadangan itu bubar melarikan diri, padahal pasukan Inggris yang mengejar di Jawa Tengah hanya berjumlah 1.000 orang serdadu saja. Janssens akhirnya menyerah di Kali Tuntang, di utara Salatiga dengan ditandatanganinya Kapitulasi Tuntang tanggal 18 September 1811. Isi Kapitulasi Tuntang adalah bahwa Jawa dan sekitarnya dikuasai Inggris, semua tentara Belanda menjadi tawanan Inggris dan orang Belanda boleh dijadikan pegawai Inggris. Janssens kemudian dijadikan tawanan Inggris.
Inilah akhir hikayat Batavia nan pengecut. Berbeda dengan pertempuran Troya yang menghasilkan pahlawan, pertempuran Batavia hanya menghasilkan para pengecut.
Tapi apakah ini kepengecutan terakhir dari Batavia ? Ternyata tidak. Sejarah mencatat bahwa tiada perlawanan terhadap serbuan Jepang di Jakarta karena Belanda memilih mundur ke arah Kalijati, berujung pada penyerahan kalah Belanda kepada bala tentara Nippon tanggal 8 Maret 1942.

Sumber : https://belogngeblog.wordpress.com/2012/08/17/pertempuran-15000-pasukan-inggris-vs-perancis-belanda-th-1811-di-cilincing/

Sejarah Penjajahan Inggris di Indonesia

Blog ini akan mencoba menyajikan artikel tentang sejarah penjajahan Inggris di Indonesia. Seperti tercatat dalam sejarah, Indonesia pernah berada dalam jajahan Inggris. Inggris secara resmi menjajah Indonesia lewat perjanjian Tuntang (1811) dimana perjanjian Tuntang memuat tentang kekuasaan belanda atas Indonesia diserahkan oleh Janssens (gubernur Jenderal Hindia Belanda) kepada Inggris.https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdjkql1k7ohbiYfXx7V2JVhcSDUAwpdkNeIGAjum-5oU0-IVV74WGCpB0fO8WqoobuA9CFgxnLDONI3Irxxff30gBHME16flgxpcWlorv8aFlLiGKjgeKQ83rm7FX22RI4OJbmyhHgm6H7/s1600/sejarah+penjajahan+inggris+di+Indonesia.jpg
Namun sebelum perjanjian Tuntang ini, sebenarnya Inggris telah datang ke Indonesia jauh sebelumnya. Perhatian terhadap Indonesia dimulai sewaktu penjelajah F. Drake singgah di Ternate pada tahun 1579. Selanjutnya ekspedisi lainnya dikirim pada akhir abad ke-16 melalui kongsi dagang yang diberi nama East Indies Company (EIC). EIC mengemban misi untuk hubungan dagang dengan Indonesia. Pada tahun 1602, armada Inggris sampai di Banten dan berhasil mendirikan Loji disana. Pada tahun 1904, Inggris mengadakan perdagangan dengan Ambon dan Banda, tahun 1909 mendirikan pos di Sukadana Kalimantan, tahun 1613 berdagang dengan Makassar (kerajaan Gowa), dan pada tahun 1614 mendirikan loji di Batavia (jakarta). Dalam usaha perdagangan itu, Inggris mendapat perlawanan kuat dari Belanda. Belanda tidak segan-segan menggunakan kekerasan untuk mengusir orang Inggris dari Indonesia. Setelah terjadi tragedi Ambon Massacre, EIC mengundurkan diri dari Indonesia dan mengarahkan perhatiannya ke daerah lainnya di Asia tenggara, seperti Singapura,  Malaysia, dan Brunei Darussalam sampai memperoleh kesuksesan. Inggris kembali memperoleh kekuasaan di Indonesia melalui keberhasilannya memenangkan perjanjian Tuntang pada tahun 1811. Selama lima tahun (1811 – 1816), Inggris memegang kendali pemerintahan dan kekuasaanya di Indonesia.
Indonesia mulai tahun 1811 berada dibawah kekuasaan Inggris. Inggris menunjuk Thomas Stanford Raffles sebagai Letnan Gubernur jenderal di Indonesia. Beberapa kebijakan Raffles yang dilakukan di Indonesia antara lain:
  • Jenis penyerahan wajib pajak dan rodi harus dihapuskan;
  • Rakyat diberi kebebasan untuk menentukan tanaman yang ditanam;
  • Tanah merupakan milik pemerintah dan petani dianggap sebagai penggarap tanah tersebut;
  • Bupati diangkat sebagai pegawai pemerintah.
Akibat dari kebijakan diatas, maka penggarap tanah harus membayar pajak kepada pemerintah sebagai ganti uang sewa. Sistem tersebut disebut Lnadrent atau sewa tanah. Sistem tersebut memiliki ketentuan, antara lain:
  1. Petani harusmenyewa tanah meskipun dia adalah pemilik tanah tersebut;
  2. Harga sewa tanah tergantung kepada kondisi tanah;
  3. Pembayaran sewa tanah dilakukan dengan uang tunai;
  4. Bagi yang tidak memiliki tanah dikenakan pajak kepala.
Sistem landrent ini diberlakukan terhadap daerah-daerah di Pulau jawa, kecuali daerah-daerah sekitar Batavia dan parahyangan. Hal itu disebabkan daerah-daerah Batavia pada umumnya telah menjadi milik swasta dan daerah-daerah sekitar Parahyangan merupakan daerah wajib tanam kopi yang memberikan keuntungan yang besar kepada pemerintah. Selama sistem tersebut dijalankan, kekuasaan Bupati sebagai pejabat tradisional semakin tersisihkan karena trgantikan oleh pejabat berbangsa Eropa yang semakin banyak berdatangan.
Raffles berkuasa dalam waktu yang cukup singkat. Sebab sejak tahun 1816 kerajaan Belanda kembali berkuasa di Indonesia. Pada tahun 1813, terjadi prang Lipzig antar Inggris melawan Prancis. Perang itu dimenangkan oleh Inggris dan kekaisaran Napoleon di Prancis jatuh pada tahun 1814. Kekalahan Prancis itu membawa dampak pada pemerintahan di negeri Belanda yaitu dengan berakhirnya pemerintahan Louis Napoleon di negeri Belanda. Pada tahun itu juga terjadi perundingan perdamaian antara Inggris dan Belanda.  Perundingan itu menghasilkan Konvensi London atau Perjanjian London (1814), yang isinya antara lain menyepakati bahwa semua daerah di Indonesia yang pernah dikuasai Belanda harus dikembalikan lagi oleh Inggris kepada Belanda, kecuali daerah Bangka, Belitung dan Bengkulu yang diterima Inggris dari Sultan Najamuddin. Penyerahan daerah kekuasaan di antara kedua negeri itu dilaksanakan pada tahun 1816. Dengan demikian mulai tahun 1816, Pemerintah Hindia-Belanda dapat kembali berkuasa di Indonesia.

Sumber : https://syahrulprasetyo.wordpress.com/tag/sejarah-penjajahan-inggris-di-indonesia/